Labels

manaqib (1)

Friday, June 19, 2026

SILSILAH NASAB ABAH GAOS

 

SILSILAH NASAB ABAH GAOS
(Mochammad Abdul Gaos)
(Saefullah Maslul, Al-Qoodiri, Al-Kamil, An-Naqshabandi, Al-Muwaffaq, Al-Muttaqi, Al-Mujaddid, Al-Quthub, As-Shomadani, Al-Mahdi)
Jalur Sunan Gunung Djati Cirebon dan Kesultanan Banten yang di sampaikan oleh Babad Kesultanan Banten di hadapan Abah Aos dan Prof KH. Ma'ruf Amin bertempat di Pondok Pesantren Peradaban Dunia Nahdlatul Ulama Jagat Arsy BSD Banten.
Silsilah Ke 38 dari Rosululloh SAW - Babad Tanah Banten dan Sunan Gunung Djati
Ke 33 dari Rasulullah Shalallaahu Aalaihi Wasallam - Syech Abdul Qodir Al-Jailani
Ke 19 dari Syech Abdul Qodir Al-Jailani
Ke 15 dari Sunan Gunung Djati
Ke 14 dari Sultan Hasanuddin Kesultanan Banten
Sunan Gunung Djati Cirebon dan Kesultanan Banten :
1. Sayyidina Rosululloh Muhammad Shalallaahu Aalaihi Wasallam.
2. Sayyidah Fatimah Azzahra R.ha. + Sayyid Ali bin Abi Thalib Ra
3. Sayyid Imam Husain Ra.
4. Sayyid Ali Zaenal Abidin Ra.
5. Sayyid Ahmad Al-Baqir Ra.
6. Sayyid Ja'far Ash-Shodiq Ra.
7. Sayyid Alirasdi / Al Imam Ali Urarhi Ra.
8. Sayyid An-Naqib Ra.
9. Sayyid Isa Naqib Ar-Rumi Ra.
10. Sayyid Ahmad Al-Muhajir Ra.
11. Sayyid Al-Imam Ubaidillah Ra.
12. Sayyid Alawi Awwal Ra.
13. Sayyid Muhammad Sohibus Saumiah Ra.
14. Sayyid Alawi Ats-Tsani Ra.
15. Sayyid Ali-Kholi Qosam Ra.
16. Sayyid M Shahib Mirbath Ra. (Hadramaut)
17. Sayyid Alawi Ammil Faqih Ra.(Hadramaut)
18. Sayyid Abdul Malik Azmat Khon Ra.
19. Sayyid Abdulloh Azmat Khon Ra. (India)
20. Sayyid Ahmad Jalaludin Syah Azmat Khon Ra. (India)
21. Sayyid Ahmad Jamaluddin Akbar Azmat Khon Al-Khusaeni (Syech Jamaluddin Qubro (India)
22. Sayyid Ali Nurul Alam Azmat Khon Ra.
23. Sayyid Syarif Abdullah Umdatuddin Ra.
24. Sayyid Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Djati Ra.)
25. Sayyid Maulana Sultan Hasanuddin Banten (Pangeran Saba Kingkin)
26. Sayyid Tajul Laras ( Pangeran Sunyilaras)
27. Sayyid Maskun Wiranegara (Pangeran Jaga Lautan)
28. Sayyid Mas Bugel Ra
29. Sayyid Janta Ra
30. Sayyid / Syech Jamad Ra. (Leluhur dari KH Maruf Amin dan Syech Nawawi Al-Bantani)
31. Sayyid Ali Ra.
32. Sayyid Bukhori Ra.
33. Sayyid Abdul Karim Tanara Ra. (Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani)
34. Sayyid Ahmad Abdul Jabbar Ra.
35. Sayyid Abdul Ghani Ra.
36. Sayyid Hasan Al-Basri Ra.
37. Sayyid Muhammad ibrohim Ra.
38. Sayyidina Syeikh Muhammad Abdul Gaos (Saefulloh Maslul Al-Qodiri, An-Naqshabandi, Al-Muttaqi, Al-Mujaddid, Al-Muwaffaq, Al-Mahdi, Al-Quthub, Ash-Shomadani qs)
Sumber :
Penjelasan Nasab
Pembanding
Syech Abdul Qodir Al-Jailani
Oleh KH. M Aang Rahmat
Wakil Talqin TQN Suryalaya Sirnarasa
#SILSILAH Nasab Abah Aos qs dari Jihat Ayah :
Ke 33 dari Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam :
1. Sayyidina Rosululloh Muhammad Shollallohu Alaihi Wasallam
2. Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.ha. + Sayyid Ali bin Abi Thalib Ra
3. Sayyid Hasan As-Sibthi Ra.
4. Sayyid Hasan Al-Mutsanna Ra.
5. Sayyid Abdillah Al-Mahdhi Ra.
6. Sayyid Musa Al-Jun Ra.
7. Sayyid Abdillah Ra.
8. Sayyid Musa Ra.
9. Sayyid Dawud Ra.
10. Sayyid Muhammad Ra.
11. Sayyid Yahya Az-Zahid Ra.
12. Sayyid Abdillah Ra.
13. Sayyid Abi Sholih Musa Janaki Dosti Ra.
14. Sayyiduna Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani qs.
15. Sayyid Syeikh Yahya Ra.
16. Sayyid Ali Ra.
17. Sayyid Musa Al-Khudri Ra.
18. Sayyid Hasan Abdulloh Ra.
19. Sayyid Fathul Wahab Ra.
20. Sayyid Muhammad Yahya Ra.
21. Sayyid Fahrur Zarkasih Ra.
22. Sayyid Abdul Malik Ra.
23. Sayyid Muhammad Busthomi Ra.
24. Sayyid Abdul Hasan Ra.
25. Sayyid Izzul Mukarrom ( Syeikh Abdul Karim Al-Bantani ) Ra
26. Sayyid Ahmad Abdul Karim Ra.
27. Sayyid Syamsul Bahri Ra.
28. Sayyid Ahmad Abdul Jabbar Ra.
29. Uyut Kawis Ra.
30. Sayyid Abdul Ghani Ra.
31. Sayyid Hasan Bakri Ra.
32. Sayyid Muhammad Ibrohim Ra.
33. Sayyidina Syeikh Muhammad Abdul Gaos (Saefulloh Maslul Al-Qodiri, An-Naqshabandi, Al-Muttaqi, Al-Mujaddid, Al-Muwaffaq, Al-Mahdi, Al-Quthub, Ash-Shomadani qs)

Wallohu A'lam



Saturday, April 18, 2026

Perjalanan ke Banten

Perjalanan dimulai dari Stasiun Pondok Ranji.
Dari Stasiun Pondok Ranji PKL. 20.00 WIB. Perjalanan menuju Rangkasbitung memerlukan waktu 1 jam 20 menit.

Setibanya di Stasiun Rangkasbitung langsung mengunjungi Alun-alun Rangkasbitung, Monumen WATERTOREN yang sudah berdiri sejak 1903 dan dibangun oleh Belanda, kemudian direhabilitasi oleh Jepang pada tahun 1943 sebelum Jepang meninggalkan Indonesia pada saat Indonesia Merdeka tahun 1945.

Selain Alun-alun juga terdapat:
1. Museum Multatuli
2. Perpustakaan Saidjah ADIDJA

Setelah mengunjungi kedua obyek wisata tersebut kemudian kembali ke area stasiun untuk istirahat.

Pagi hari melanjutkan perjalanan menuju ke Pelabuhan Merak dengan menggunakan Kereta Commuterline Lintas Merak pada pukul O5.2O WIB. Dan tiba di Stasiun Merak pada pukul O7.35 WIB.

Sesampainya di Stasiun Merak menuju ke Dermaga DJetty menggunakan angkot.
Setibanya di dermaga DJetty menyeberang ke Pulau Merak Kecil.

Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, sampailah ke Pulau Merak Kecil.
Saatnya kita explore Pulau Merak Kecil.




explore hingga ke ujung pulau



ada pula yang camping di ujung pulau yang berbatu..


Menjelang Dhuhur kembali menyeberang ke Merak. Dan mengunjungi Pantai Merak Mabak.

Selanjutnya mengunjungi Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak di Sosoro Mall.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Merak untuk kembali ke Jakarta.


Sunday, April 5, 2026

WISATA KE BOGOR



Perjalanan diawali dari Stasiun Pondok Ranji di Tangerang Selatan Banten


Stasiun Bogor (BOO) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di pusat kota, Jl. Nyi Raja Permas, Cibogor, Bogor Tengah. Menjadi terminus utama KRL Commuter Line Jabodetabek (Red Line) tujuan Jakarta Kota, stasiun ini beroperasi 24 jam untuk melayani ribuan penglaju harian, terhubung dengan Alun-alun Kota Bogor, dan terintegrasi dengan KA Pangrango di stasiun Paledang


Skybridge Stasiun Bogor Kota ke Stasiun Bogor Paledang (Ke arah Sukabumi)

Mall BTM (Bogor Trade Mall)




Mall BTM 

Kebun Raya Bogor Pintu 1

Pertigaan Mall BTM - Stasiun Bogor - Kebun Raya Bogor Pintu 1

Lawang Surya Kencana


Jalan Suryakencana merupakan salah satu jalan di Kota Bogor, Jawa Barat yang terkenal sebagai pusat kuliner. Jalan ini dikenal sebagai kawasan pecinan yang hingga sekarang masih eksis dan terus berkembang mengikuti zaman. Salah satu bangunan khas Surya Kencana yakni Vihara Dhanagun atau Hok Tek Bio. Simak sejarah Jalan Suryakencana Bogor berikut.


Jalan Suryakencana dulunya beperan sebagai ruas dari Jalan Raya Anyer-Panarukan. Di belakang jalan ini terdapat pemukiman warga Tionghoa yang menetap dan tinggal di pemukiman tersebut, sehingga disebut sebagai daerah pecinan.


Jendral Daendels pada 1808. Pada saat itu, jalan ini masih dikenal dengan Post Weg atau Jalan Pos Pada tahun 1970-an. Hal tersebut karena terjadi sebuah peristiwa sejarah yang mengharuskan orang-orang Tionghoa pindah ke tempat ini. 

Dilansir dari laman Kominfo Kota Bogor, dulunya kebanyakan warga Tionghoa bertahan hidup dengan cara berdagang dan saat itu Jalan Suryakenacana dikenal dengan nama Handelstraat. Jalan perniagaan ini kemudian berubah menjadi nama Suryakencana pada 1970. Lalu, tahun 1853, terjadi aturan zona wilayah pemukiman bagi warga di Bogor.


Museum Zoologi


Gerbang 1 Kebun Raya Bogor

Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor


Istana Bogor

Alun alun Bogor


Istana Bogor


Istana Bogor



Alun Alun Kota Bogor


Alun-Alun Kota Bogor adalah sebuah alun-alun atau lapangan kota yang terletak di pusat Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Sekeliling alun-alun, terdapat beberapa tempat penting seperti Masjid Agung Kota Bogor, Stasiun Kota Bogor, dan Pasar Anyar.



Soto Mie Bogor



Masjid Agung Kota Bogor


Mall BTM

Warung Tepi Kereta (Stasiun Bogor)

Arus lalu lintas depan Stasiun Bogor

Skybridge Stasiun Paledang

Stasiun Bogor Paledang (BOP) adalah stasiun khusus yang melayani perjalanan KA Pangrango (Bogor–Sukabumi PP). Terletak di Jl. Paledang, stasiun ini terhubung langsung ke Stasiun Bogor utama melalui skybridge baru yang diuji coba mulai Juni 2025, memudahkan penumpang KRL transit untuk melanjutkan perjalanan ke Sukabumi.